Alasan Kenapa Karyawan yang Bersikap “Asal Bos Senang” Patut Diwaspadai – Sindrom “Asal Bos Senang” atau ABS kerap menjangkiti karyawan di lingkungan kerja.

Karyawan ABS biasanya berperilaku manis di hadapan atasan, tapi sebenarnya itu tidak berasal dari dalam hati. Sikap yang tidak tulus ditunjukkan demi menjaga masa depan karier mereka saja.

Baca Juga: 6 Tips Menjadi Bos Sukses yang Diinginkan Karyawan

Sebagai pemimpin, perhatikan perilaku semua karyawan Anda di kantor. Apakah ada karyawan tipe ABS ini?

Memang karyawan ABS terlihat penurut dan selalu berusaha menyenangkan Anda. Namun, sebaiknya Anda perlu berhati-hati, sebab mereka bisa memperdaya Anda dengan segala cara agar Anda menyukai mereka.

Baca Juga: 7 Mitos Tentang Bisnis yang Banyak Dipercaya Tapi Tidak Benar

Nah, berikut alasan kenapa Anda mesti waspada terhadap karyawan ABS.


3 Alasan Anda Mewaspadai Karyawan “Asal Bos Senang”

1Karyawan Tidak Berani Jujur

cara menolak pendapat karyawan dengan baik

Apa yang Anda perintahkan akan dikerjakan oleh karyawan ABS. Sebagai bos, Anda mungkin akan terkesan karena mereka tidak membantah perkataan Anda.

Namun, Anda seharusnya curiga. Bagaimana mungkin tidak ada perbedaan pandangan dalam bekerja? Pasti setiap orang punya pemikiran yang berbeda-beda akan berbagai hal.

Akan tetapi, karyawan ABS cenderung tidak berani bersikap jujur. Jika Anda bilang iya, maka mereka juga akan bilang iya. Jika Anda bilang tidak, maka mereka juga akan bilang tidak. Padahal, mereka sendiri tidak selalu setuju dengan cara Anda memimpin.

Hal tersebut tentu tidaklah tepat, karena Anda tidak akan mendapatkan kritik dan saran yang jujur dari karyawan. Mereka hanya memberikan masukan yang ingin Anda dengar, sehingga hubungan antara atasan dan bawahan menjadi kurang profesional.

Baca Juga: 8 Cara Membangun Komunikasi yang Baik di Lingkungan Bisnis

2Hanya Peduli pada Diri Sendiri

tipe karyawan yang dicari perusahaan - supaya tetap produktif
gambar: nationaldailyng.com

Karyawan ABS hanya memikirkan bagaimana caranya memuaskan hati atasan. Asal bos senang, mereka akan melakukan apapun untuk Anda. Tak jarang, urusan personal Anda pun diperhatikan oleh mereka.

Kelihatannya, karyawan tipe ini memang ideal bagi atasan. Anda akan terkesan dengan usaha mereka untuk menyelesaikan setiap pekerjaan dari Anda.

Namun, sebenarnya apa yang dilakukan bukan karena mereka benar-benar peduli dengan kemajuan perusahaan. Mereka hanya mencari aman dan tidak ingin bermasalah dengan Anda.

Sebab karyawan ABS percaya bahwa dengan selalu membuat Anda senang, mereka akan terhindar dari risiko dipecat dan berkesempatan untuk dipromosikan. Mereka hanya bekerja di zona nyaman demi kepentingan pribadi saja.

Baca Juga: Solusi Jika Anda Merasa Kurang Produktif Bekerja

3Sulit Bekerja dalam Tim

cara menghadapi orang iri hati di lingkungan bisnis
gambar: theconversation.com

Karyawan ABS ingin menjadi anak emas Anda. Dengan menuruti semua perintah Anda, karyawan berharap akan dekat dengan Anda, sehingga mereka bisa mendapatkan peluang yang lebih besar untuk mengembangkan karier.

Karena ingin mendapatkan perhatian Anda, karyawan ABS tidak ingin rekan kerja yang lain terlihat lebih baik. Bahkan tak jarang, mereka akan merugikan rekan kerja dan mengklaim hasil kerja orang lain sebagai usaha sendiri.

Hal tersebut akan membuat konflik sering terjadi. Kerja sama tidak dapat terjalin dengan kompak, karena karyawan ABS akan lebih mementingkan diri sendiri dan tidak cocok dengan yang lain.

Lama-lama, keberadaan karyawan ABS akan menciptakan budaya kerja yang negatif. Terutama jika Anda sampai berpihak dan tidak lagi objektif dalam bersikap, maka karyawan yang lain akan menjadi membenci Anda dan tidak akan betah lagi untuk bekerja.

Baca Juga: Walau Anda Sibuk Bekerja, 4 Hal Ini Jangan Dilupakan!


Nah, itulah alasan kenapa Anda harus waspada terhadap karyawan tipa “Asal Bos Senang”. Maka dari itu, kenali setiap karyawan Anda agar Anda tidak sampai terperdaya dengan perilaku karyawan ABS yang tidak sehat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here